Sehat...

Sudah lama orang mencari tahu bagaimana bisa menikmati hidup di dunia lebih panjang?

Sebuah riset mengatakan, umur manusia bisa mencapai satu juta jam atau 120 tahun (biogenetic maximum life span, Dr.Robert Butler).

Namun, bila sekarang umur harapan hidup manusia (life expectancy at birth) di negara maju seperti Amerika Serikat pun belum sampai 120 tahun, tentu ada yang keliru dalam kita menyikapi hidup kedagingan kita.

Ada yang perlu dicermati dalam kita menjalani kehidupan yang belum tentu seluruhnya tepat dan benar.

Lalu, kepada siapakah arifnya kita harus belajar?

Riset mutakhir Dr. Richard Cutler menyingkapkan bahwa lamanya kemampuan setiap spesies untuk hidup (MLP, mean lifetime potential) ditentukan oleh laju pertumbuhan fisik, panjangnya masa reproduksi, ukuran otak, dan konsumsi kalori maksimum. Itu sebab setiap spesies berbeda-beda MLP-nya. Umur 110 tahun untuk manusia.

Kalau rata-rata umur harapan hidup manusia sekarang ini paling banter 80 tahun, berarti masih mungkin mengejar kekurangan sekitar 30 tahun bila benar kemampuan tubuh manusia bertahan hidup sebetulnya bisa sampai 110 tahun.

Lalu, mengapa rata-rata gelas umur kita tidak mengisi penuh gelas umur yang tersedia?

Banyak faktor perongrong dalam cara kita menempuh dan menetapkan pilihan hidup.

Dari empat faktor penentu MLP spesies manusia versi Dr. Richard Cutler di atas, faktor konsumsi kalori maksimum saja yang masih mungkin bisa kita manipulasi. Faktor-faktor lainnya tidak sederhana untuk kita manipulasi.

Bila mengamati rata-rata asupan kalori harian, kita menemukan benang merah setelah pada riset yang lain ditemukan korelasi antara makan berlebihan dengan dikortingnya umur kita. Konsep makan secukupnya dianggap pilihan arif kalau ingin merentang umur sepanjang yang sebetulnya mungkin kita raih, baik itu merujuk pada maximum life span, maupun seturut MLP.

Seberapakah Cukup?
Ilmu gizi sudah mengukur berapa kalori dibutuhkan tubuh setiap hari, tetapi lidah dan perut kita terbiasa mengkhianati kodrat selera dan dorongan makannya sendiri.

Sinyal dari otak kita sebagai pusat kendali kapan saatnya tubuh perlu dipasok makanan dan minuman, dan kapan saatnya pasokan itu harus dihentikan, terbiasa dilanggar oleh rasa hedonistik kita terhadap makanan. Rata-rata orang cenderung makan juga kendati sedang tidak lapar. Sinyal lapar dan kenyang bukan lagi ditentukan oleh otak, melainkan oleh derasnya emosi.

Rata-rata orang modern yang lebih banyak bekerja otak ketimbang fisiknya cuma butuh sekitar 2.000 kalori saja setiap hari. Namun, jumlah kebutuhan itu hampir senantiasa terlampaui saking semakin lebarnya diversivikasi makanan orang modern yang jauh lebih lezat dibanding makanan purba. Cenderung selalu mengabulkan kenikmatan sepanjang ukuran lidah itulah yang bikin manusia modern rata-rata semakin bertabiat rakus, menentukan makan bukan hanya kalau merasa lapar seperti kata kodrat di otaknya.

Sekarang di Barat muncul konsep “makan dengan otak" melihat kecenderungan orang modern yang hampir selalu makan dengan emosi. Konsep “makan dengan otak terkandung maksud bukan saja dalam hal porsi, melainkan juga dalam pilihan jenis menu dan sumber bahan makanan bukan yang merusak badan.

Celakanya, rata-rata makanan yang lezat dan echo yang bikin perut kita kasmaran itu yang justru bertindak sebagai “racun” buat dapur mesin tubuh kita. Di sana ada radikal bebas, ada logam berat, ada ampas tak berguna, ada lemak merusak, selain semakin miskin vitamin dan mineral. Padahal, nutrisi vital ini yang tidak bisa tidak harus tubuh terima setiap hari.

Jadi, arifnya kita menyikapi makanan lebih dari sekadar memahami arti gizi, terlebih bagaimana mengekang emosi setiap kali aroma dan penampakan sebuah menu langsung membetot dorongan makan kita, lalu mengkhianati janji pribadi: hanya makan kalau lapar saja.

Kecenderungan itu pula yang sampai sekarang terus melahirkan budaya “dagu berlipat", orang mapan dengan ukuran pinggang di atas 40, padahal sadar kalau besarnya ukuran tali pinggang berbanding terbalik dengan umur harapan hidup.

Mengetahui gemuk sumber penyakit saja ternyata tidak cukup. Terapi perilaku kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dan upaya mengempiskan ukuran perut. Sepatutnya kita arif memperlakukan tubuh, termasuk dalam menyediakan makanan agar mesin tubuh tidak lekas macet dan masih tetap lancar sampai di ujung hidup.

Saatnya disadari bahwa makanan berlebihan itu “racun". Belum lagi kesalahan kita dalam menggandrungi jenis-jenis makanan yang sebetulnya bukan kodratnya untuk dikonsumsi. Kita sudah begitu jauh memanipulasi sumber bahan makanan alami kita sendiri, mulai kegampangan kita memilih ayam dan telur ayam ras serta rekayasa genetik pada sayur dan buah. Ke depan kita pun diperkirakan kita sudah harus siap menerima peternakan hasil kloning.

Tentu ada yang tak lengkap dalam setiap produk hasil rekayasa ilmu pengetahuan, secanggih apa pun. Produk rekayasa ternyata tidak sesempurna produk yang lahir dan rahim bumi. Harus diakui kalau telur ayam ras misalnya, tidak lebih sempurna kandungan gizinya dibanding telur ayam kampung. Tak ubahnya air susu ibu tak terkalahkan dibanding susu formula paling lengkap sekalipun.

Kalau Lapar Saja
Agaknya kita perlu belajar kembali bagaimana menyimak rasa lapar kita yang selama ini mungkin sudah semakin tidak peka lagi.

Boleh jadi kita sudah tidak pernah mengalami rasa lapar itu hadir saking tidak kunjung berhentinya kita melahap apa saja. Biarkan saatnya sekarang kita lebih arif untuk makan pada jadwal alami, saat lambung kosong dan gula dalam darah paling rendahlah yang mengirimkan pesan kepada otak untuk menyalakan rasa lapar alami kita. Sebab, hanya pada saat itulah tubuh sebetulnya sedang butuh pasokan kalori.

Dan belajar menjadi peka pula untuk taat pada alarm rasa kenyang yang dikirimkan otak saat pasokan kalori tubuh sudah pada taraf mencukupi, dan jangan pernah melanggarnya lagi. Sinyal-sinyal ini akan menyala, sesuai dengan kodrat lambung kosong, bahwa kita cuma perlu makan tiga kali, dalam porsi sampai sebelum kita merasa kenyang, dan tahu diri pula memilih menu yang lebih bersahabat dengan mesin tubuh kita.

Sumber: Kompas.com
Jakarta, Selasa 18 Januari 2005
Oleh Dr. Handrawan Nadesul, dokter umum



==================================================


Tips Panjang Umur

Panjang umur, hidup sehat dan bahagia merupakan keinginan hampir setiap
mahluk di dunia. Sayangnya, kesibukan sehari-hari kerap membuat kita
melupakan langkah-langkah dasar yang penting bagi kesehatan, kebahagiaan,
dan umur panjang. Apa sajakah itu?

1. PERIKSA KESEHATAN MENYELURUH
Penting bagi para wanita untuk tidak lupa melakukan general check-up.
Mulai dari usia 25 sampai dengan 64, semua wanita harus melakukan
pemeriksaan dasar setiap tahunnya, termasuk mengukur berat badan, tinggi
badan, dan tekanan darah. Selain itu Anda juga perlu melakukan tes
kolesterol, fungsi tiroid, dan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan
rontgen yang diperlukan. Jangan lupa untuk memperbarui imunisasi, misalnya
suntik tetanus, karena kita sering lupa bahwa suntikan tetanus hanya
berlaku selama sepuluh tahun.

Yang lebih penting lagi adalah meminum obat-obatan sesuai dengan resep
dokter terutama bila Anda mengidap tekanan darah tinggi, diabetes, atau
tiroid agar hidup lebih sehat dan panjang umur.

Setiap wanita yang sudah aktif secara seksual, harus melakukan
pemeriksaan pelvis setiap tahun. Bahkan jika sebelum usia 18 tahun telah aktif
melakukan kegiatan seksual pemeriksaan pelvis rutin juga diperlukan.

Setiap bulan, pada awal menstruasi, anak-anak gadis harus mulai
membiasakan diri untuk memeriksa sendiri payudara mereka. Walaupun ada
pertentangan mengenai kapan sebaiknya melakukan mammografi, pada umumnya
dilakukan antara usia 40 dan 50.

2. PERIKSA GIGI RUTIN
Semakin bertambah usia, semakin penting kita pergi ke dokter gigi untuk
merawat gigi. Ada penyakit-penyakit tertentu yang berhubungan dengan
kesehatan gigi dan mulut. Misalnya, risiko penyakit kardiovaskular
dihubungkan dengan lepasnya gigi, dan penyakit periodontal dihubungkan dengan
kelahiran yang prematur.

Berdasarkan penelitian, kanker pada bibir, lidah, pharynx dan mulut
berdampak kurang lebih pada 30.000 orang setiap tahunnya. Penyakit ini
membunuh hampir 8.000 orang setiap tahun atau satu orang per jam. Oleh
karena itu jangan lupa untuk menggosok gigi dan membersihkan gigi Anda
serta memeriksakannya ke dokter gigi secara teratur.

3. CINTAI DIRI ANDA
Jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Bila Anda berkaca, apa yang
Anda rasakan? Bahagiakah Anda? Gambaran diri sendiri dapat memberikan
pengaruh yang luar biasa, baik positif maupun negatif pada kesehatan dan
kebahagiaan. Apakah hubungan Anda dan pasangan merupakan hubungan yang
sehat?

Pikirkan orang-orang yang Anda kasihi yang dekat dengan Anda. Apakah
mereka menghormati Anda? Apakah Anda memilih orang-orang yang baik dengan
Anda? Atau Anda memilih orang yang menyalahgunakan Anda? Penyalahgunaan
dapat bersifat fisik tetapi dapat juga berupa penyalahgunaan seksual
atau emosional. Bila Anda termasuk jenis orang yang susah menolak, mulai
sekarang Anda harus dapat mengatakan "tidak". Belajar mengatakan
"tidak" dapat merupakan cara yang bernilai untuk memastikan bahwa kebutuhan
Anda terpenuhi. Ingat, Anda tidak dapat memaksakan diri Anda untuk
memuaskan semua orang atau membuat semua orang menyukai Anda.

Bila merasa depresi ataupun gelisah, sebaiknya, segera konsultasikan
dengan tenaga berpengalaman dalam bidangnya, seorang ahli dengan siapa
Anda merasa nyaman untuk menceritakan keadaan pribadi Anda. Bila Anda
berada dalam situasi dimana Anda disiksa secara fisik, Anda harus segera
keluar dari tempat dan lingkungan tersebut. Hubungi polisi terdekat.

4. MENGELOLA STRES
Setiap orang pernah dan pasti mengalami stres. Stres ada yang baik, ada
yang buruk. Stres merupakan kesempatan pada kehidupan rutin dan
kesehatan Anda. Mendapatkan kenaikan gaji atau mendapat promosi merupakan
stres juga, sama halnya dengan dipecat dari pekerjaan. Stres dapat
merupakan faktor "penyumbang" penyakit dari segala sisi, mulai dari sakit
punggung, insomnia sampai kepada kanker dan sindroma kelelahan yang kronis.
Bila Anda stres yang berlebihan, sebaiknya pelajari teknis pengaturan
beberapa stres dan turunkan risiko stres yang berhubungan dengan
kesehatan.

5. PERLAMBAT TANDA KETUAAN
Jangan pernah keluar rumah tanpa kaca mata hitam dan body lotion yang
mengandung tabir surya. Kaca mata hitam dan lotion berpelindung matahari
penting untuk melindungi kulit sekitar mata dari kanker kulit,
sekaligus memperlambat munculnya kerutan dan tanda-tanda ketuaan lainnya. Tidak
pernah ada kata terlambat untuk memulainya.

6. OLAHRAGA TERATUR
Olahraga yang teratur meningkatkan harapan hidup dan memperbaiki
kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan fisik yang teratur dapat mengurangi
risiko kanker (pada kasus-kasus tertentu risiko kanker dapat berkurang
sebanyak lima puluh persen), penyakit jantung dan osteoporosis. Juga dapat
mengurangi atau memperbaiki gejala menopause, pre menstrual syndrome
(PMS), diabetes, dan sejumlah gejala penyakit lainnya.

Rasa percaya diri serta energi dapat ditingkatkan dengan berolah raga.
Olah raga yang teratur juga membantu mencegah sakit punggung bagian
bawah (low back pain). Hanya 30 menit, tiga sampai lima kali seminggu
waktu yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dengan berolah raga.

Bila merasa tidak mempunyai waktu untuk berolah raga, ingatkan diri
Anda bahwa sesedikit apapun olah raga yang Anda lakukan tetap berguna
daripada tidak sama sekali. Sekali Anda dapat melakukan olah raga secara
rutin, Anda pasti akan merasa, diri Anda bertenaga yang dapat membuat
Anda senang dan akan melakukan olah raga lebih banyak dari waktu minimum
yang disarankan.

7. APA YANG DIMAKAN?
Apakah Anda penggemar makanan cepat saji? Atau Anda mengikuti diet
khusus? Yang pasti, Anda harus mengimbangi jumlah makanan yang Anda makan
dengan jumlah kegiatan yang Anda lakukan untuk menjaga ataupun untuk
memperbaiki berat badan. Pastikan untuk memilih diet yang memasukkan
daftar sejumlah buah dan sayur segar serta gandum.

Pilihlah makanan yang mengandung lemak berkadar rendah dan perhatikan
jumlah garam, sodium, dan gula dalam makanan Anda. Pastikan porsi
makanan Anda tidak berlebihan. Kurangi makan makanan cepat saji dan pilihlah
makanan yang sehat kalau Anda terpaksa harus melakukannya.

8. STOP ROKOK!
Bila Anda seorang perokok, hentikan segera! Bila tidak, jangan pernah
memulainya. Merokok meningkatkan risiko berbagai macam jenis penyakit
kanker dan kardiovaskular, menopause lebih awal, masalah pada saat
menstruasi dan masalah fertilitas.

Wanita hamil yang merokok berisiko melahirkan bayi prematur, melahirkan
bayi dengan berat badan yang kurang, terlilit ari-ari, keguguran dan
meninggal saat baru lahir. Nikotin dapat menyebabkan bayi-bayi tersebut
mengidap sakit telinga, masalah pernafasan dan penyakit-penyakit lainnya
yang memerlukan konsultasi dengan dokter anak.

9. BATASI KONSUMSI ALKOHOL
Pengaruh alkohol pada hati lebih berbahaya bagi wanita daripada bagi
pria, terutama sirosis dan hepatitis. Jumlah wanita pecandu alkohol yang
meninggal karena sirosis lebih banyak daripada pria pecandu alkohol.
Selain itu alkohol meningkatkan risiko kanker payudara dan gangguan
menstruasi yang dapat menimbulkan masalah kesuburan.

10. LAKUKAN SEKS AMAN
Bila Anda tidak melakukan hubungan seks yang monogami, jangan lupa
menggunakan kondom selama berhubungan seks. Pil KB ataupun metode
kontrasepsi lainnya tidak menjamin proteksi terhadap HIV/AIDS atau penyakit
kelamin menular / infeksi lainnya.

11. BERKENDARA DENGAN AMAN
Jangan lupa untuk selalu mengenakan tali pengaman pada saat mengendarai
mobil ataupun mengenakan helm pada waktu mengendarai motor. Tali
pengaman telah menyelamatkan jutaan ribu orang setiap tahunnya. Mengenakan
tali pengaman meningkatkan kesempatan Anda untuk selamat dari kecelakaan
sebanyak empat puluh persen. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan jangan
pernah minum/mabuk pada saat mengendarai kendaraan bermotor atau berada
pada kendaraan yang dikendarai oleh supir yang minum/mabuk.

================================================================

10 kebiasaan yang dapat merusak otak

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak
pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan
gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup
udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan
mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita
saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

sumber artikel by.www.kikil.com